ShoutMix chat widget

Tuesday, December 29, 2009

tugas metode riset 1

ANALISIS PENGARUH MARKETING MIX TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN PRODUK PELUMAS MESIN SEPEDA MOTOR MEREK TOP ONE DI YOGYAKARTA

Eko Nugroho

Perilaku konsumen tidak hanya pada keputusan pembelian akan tetapi diikuti pula oleh tahap perilaku purnabeli (post purchase behavior). Pada tahap ini konsumen akan merasakan tingkat kepuasan atau ketidakpuasan tertentu yang akan mempengaruhi perilaku berikutnya. Kepuasan konsumen akan tercipta, jika produsen TOP 1 mampu memenuhi harapan yang dimiliki oleh para konsumennya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan produsen TOP 1 dalam upaya menciptakan kepuasan bagi para konsumennya adalah menggunakan bauran pemasaran yang mencakup produk, harga,promosi, dan saluran distibusi dalam strategi pemasaran produkriya. Oleh karena itu,

tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh produk, harga,promosi, dan saluran distibusi terhadap kepuasan konsumen minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1, secara simultan dan parsial. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji dari variabel-variabel tersebut yang memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1

Jenis penelitian ini adalah eksplanatif, dengan populasi penelitian konsumen pembeli minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus Rao Purba (1996) diperoleh sampel penelitian 100 responder. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi dokumen. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengukur setiap item variabel penelitian.

Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode statistik deskriptit untuk mendeskripsikan variabel penelitian dan teknik analisis regresi berganda, dengan F-test dan Hest untuk menguji pengaruh variabel-variabel independen terhadap variabel dependen. Tingkat signifikansi yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah 0,05. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh bahwa :

(1) secara simultan, produk, harga, promosi, dan saluran distribusi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP l-,

(2) secara parsial, produk, harga,promosi, dan saluran distibusi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan konsumen minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1;

(3) variabel promosi (koefisien standar (Beta) = 0,348) dan produk (koefisien standar (Beta) = 0,313) merupakan variabel yang mempunyai pengaruh dominan terhadap kepuasan konsumen minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1.

Kesesuaian antara harapan dengan kenyataan yang dirasakan konsumen setelah membeli dan menggunakan minyak pelumas mesin sepeda motor merek TOP 1 yang mereka bell akan menciptakan kepuasan pads diri konsumen. Konsumen yang puss akan menjadi sarana penyampaiari informasi yang efektif dan efisien bagi calon pembeli berikutnya. Dengan demikian, secara tidak langsung produsen TOP 1 akan memperoleh keuntungan dengan adanya penyampaian informasi secara langsung antara konsumen tersebut.

Selengkapnya...

budaya dan sub budaya

Konsumen adalah makhluk social, yaitu makhluk yang hidup bersama dengan orang lain, berinteraksi dengan sesamanya. Orang-orang sekeliling inilah yang disebut sebagai lingkungan social konsumen. Konsumen saling berinteraksi satu sama yang lain, saling mempengaruhi dalam membentuk perilaku, kebiasaan, sikap, kepercayaan dan nilai-nilai yang dianggap penting. Salah satunya unsur lingkungan social adalah budaya.

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.

Budaya mengaju pada nilai, gagasan, artefak dan symbol-simbol lain yang bermakna yang membantu individu untuk berkomunikasi, melakukan penafsiran dan evaluasi sebagai anggota masyarakat.

Budaya bukan hanya yang bersifat abstrak, seperti nilai, pemikiran dan kepercayaan, budaya bisa berbentuk objek material, rumah, pakaian, kendaraan adalah contoh-contoh produk yang bisa dianggap sebagai budaya suatu masyarakat. Undang-undang, makanan, minuman, musik, teknologi dan bahasa adalah beberapa contoh lain dari budaya suatu masyarakat.

Dalam sudut pandang perilaku konsumen, relevansi studi tentang budaya ada dua tahap, yaitu :

Pertama, budaya suatu masyarakat selalu berkembang/berubah. Perubahan ini membawa dampak pada perilaku anggota masyarakat tersebut dan akan membawa pengaruh pada perilaku mereka sebagai konsumen.

Kedua, untuk produk-produk yang sudah menjangkau multinasional, masalah perbedaan budaya pada setiap negara harus dipahami dengan seksama agar komunikasin dan pemasaran produk dapat diadaptasi sesuai budaya setempat.

Apa yang dapat dipasarkan di negara-negara Eropa belum tentu dapat dipasarkan di negara-negara Afrika, demikian pula sebaliknya.

Dalam suatu kelompok masyarakat, selain budaya, juga terdapat norma-norma yang lebih spesifik dan unik yang dianut oleh kelompok-kelompok yang lebih kecil dalam masyarakat tersebut tercermin adat istiadat dan kebiasaan khusus.

Unsur-unsur budaya

Nilai (Value) : adalah kepercayaan yang dianut atau segala

sesuatu yang dianggap penting oleh seseorang atau suatu masyarakat. Kepercayaan bersama atau norma kelompok yang telah diserap oleh individu.

Nilai-nilai umum (global values) adalah nilai-nilai abstrak yang dapat digeneralisasikan pada berbagai konteks perilaku. Global values merupakan nilai-nilai paling dasar dan bersifat umum.
  • Nilai-nilai umum ini relatif sama (dimiliki) oleh setiap orang, misalnya nilai-nilai seseorang terhadap hak-hak individu, lingkungan hidup yang baik, pada umumnya setiap orang memiliki pandangan yang relatif sama tentang hal ini.
Nilai-nilai pada bidang tertentu (Domain specific values). Nilai-nilai pada bidang tertentu mengarahkan kita pada perilaku tertentu dalam bidang/masalah tertentu. Untuk setiap bidang, seseorang memiliki seperangkat nilai tertentu yang relevan untuk bidang itu, misalnya : perilaku kita sebagai mahasiswa, perilaku keagamaan dsb.
  • Nilai pandang pada bidang tertentu ini akan mempengaruhi perilaku sebagai konsumen. Misalnya yang beragama Islam akan menghindari produk makanan yang mengandung babi.
Product Spesific Value
  • Berdasarkan ke dua nilai tersebut dengan tambahan pengalaman hidupnya, kemudian seseorang akan mengembangkan nilai-nilai pada produk tertentu (product spesific value).
  • Nilai-nilai secara kongkrit akan membentuk criteria evaluatif pada diri individu dalam memilih produk yang akan dibelinya. Misalnya orang yang memiliki domain spesific pada bidang ekonomi akan memperhatikan masalah efisiensi pada setiap produk yang akan dibelinya.


Pengaruh Budaya Terhadap Perilaku Konsumen

Produk dan jasa memainkan peranan yang penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Makna budaya adalah nilai-nilai, norma-norma dan kepercayaan yang dikomunikasikan secara simbolik. Makna budaya akan dipindahkan ke produk dan jasa, dan produk kemudian dipindahkan ke konsumen.

Makna budaya dikomunikasikan kepada produk dan jasa melalui media iklan dan system berpakaian. Produk, pusat belanja, merek, sering menggambarkan makna budaya atau makna simbolik. Misalnya Toyota kijang adalah kendaraan untuk keluarga, Jaguar adalah kendaraan mewah.

Makna budaya atau makna simbolik yang telah melekat kepada produk akan dipindahkan kepada konsumen dalam bentuk pemilikan produk (possession ritual), pertukaran (exchange ritual), pemakaian (grooming ritual) dan pembuangan (divesment ritual).

Contoh :

Pemilikan : makna budaya bisa berpindah kepada konsumen dengan cara memiliki suatu produk. membeli rumah di Pondok Indah, telah menggambarkan bahwa pembeli rumah tersebut bisa dianggap sebagai warga masyarakat yang mampu, kelas social atas.

Pertukaran : seseorang memberikan hadiah kepada teman adalah symbol persahabatan, atau seorang pemuda memberikan bunga kepada seorang gadis dapat melambangkan symbol kasih saying.

Pemakaian : Konsumen menggunakan deodoran, bias membawa makna meningkatkan percaya diri.

Pembuangan : seorang cowo akan membuang foto mantan pacarnya, menunjukkan kepada pacar barunya bahwa ia telah melupakan pacar lamanya.


Sub-Budaya

Sub-budaya dan demografi

Budaya yang ada di dalam suatu masyarakat bisa dibagi lagi ke dalam beberapa bagian yang lebih kecil. Inilah yang disebut dengan subbudaya. Sub-budaya bias tumbuh dari adanya kelompok-kelompok di dalam suatu masyarakat. Pengelompokan masyarakat biasanya berdasarkan usia, jenis kelamin, lokasi tinggal, pekerjaan dan sebagainya. Suatu budaya akan terdiri dari beberapa kelompok kecil lainnya, yang dicirikan oleh adanya perbedaan perilaku antarkelompok kecil tersebut Perbedaan kelompok tersebut berdasarkan karakteristik social, ekonomi dan demografi. Demografi akan menggambarkan karakteristik suatu penduduk. Di dalam varibel demografi tersebut, kita bias mendapatkan sub-budaya yang berbeda, yaitu suku sunda, batak, padang, dsb.


Sub-budaya Kelas Sosial

Cabang budaya suatu masyarakat bisa ditunjukkan oleh kelas social yang ada dalam masyarakat. Kelas social menunjukkan adanya kelompok-kelompok yang secara umum mempunyai perbedaan dalam hal pendapatan, gaya hidup dan kecenderungan konsumsi.

Kelas Sosial dapat ditentukan dari :

  • Keluarga
  • Pekerjaan, pekerjaan sangat mempengaruhi gaya hidup dan merupakan basis penting untuk menyampaikan prestise, kehormatan dan respek.
  • Pemilikan, adalah symbol keanggotaan kelas, tidak hanya jumlah pemilikan, tetapi sifat pilihan yang dibuat. Keputusan pemilikan yang mencerminkan kelas social suatu keluarga adalah pilihan dimana untuk tinggal. Pemilikan lainnya yang berfungsi sebagai indicator status social mencakup keanggotaan dalam club, gaya perabot, jenis liburan, busana.
  • Orintasi Nilai. Nilai- kepercayaan bersama mengenai bagaimana orang harus berperilaku- menunjukkan kelas social dimana seseorang termasuk di dalamnya.

Setiap kelas social akan berbeda dalam hal :

  • Perilaku pengeluaran (spending behaviour)
  • Penggunaan produk (produk usage) : Jenis makanan, jenis pakaian,
  • Pemilihan Merk ( Brand choice) : memiliki preferensi pada merek tertentu atau tidak
  • Perilaku Berbelanja (shopping behaviour): tempat berbelanja, cara berbelanja
  • Ekspos Media (Media ekspose): media yang dikonsumsi (jenis dan banyaknya)

Catatan: tulisan ini diambil dari wikipedia dan pksm.mercubuana


Selengkapnya...

Monday, December 28, 2009

geodemografi

Geodemografi merupakan sebuah kombinasi dari karakteristik demografis dan gaya hidup konsumen dalam kelompok (cluster) geografis

Penetapan Sasaran Berdasarkan Geodemografis

Dasar pemikiran yang menjadi landasan geodemographic targeting adalah bahwa orang-orang yang menetap di daerah atau area yang sama, misalnya bertetangga atau dalam satu kawasan kode area, juga memiliki persamaan dalam demografi dan gaya hidup. Sehingga, dengan mengetahui di mana orang-orang menetap dapat diperoleh informasi mengenai marketplace behavior mereka secara umum. atau bisa juga diartikan Segmentasi geodemografi, merupakan gabungan dari segmentasi geografi dengan demografi. Konsep ini menyatakan bahwa mereka yang menempati geografis yang sama cenderung memiliki karakter-karakter demografis yang sama.

Catatan : sumber penulisan ini diambil dari pksm.mercubuana

Selengkapnya...

pengertian harga (price)

Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk karena harga adalah satu dari empat bauran pemasaran / marketing mix (4P = product, price, place, promotion / produk, harga, distribusi, promosi). Harga adalah suatu nilai tukar dari produk barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.

Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun, namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.

Catatan: tulisan ini diambil dari Organisasi.org

Selengkapnya...

MOTIVASI KONSUMEN

Motivasi merupakan dorongan/tenaga pendorong pada diri individu/seseorang untuk melakukan sesuatu guna memenuhi kebutuhannya yang belum terpenuhi.

Secara umum, kebutuhan manusia sebagai individu terbagi menjadi dua, kebutuhan dasar dan kebutuhan perolehan.

yang pertama adalah Basic Need (Kebutuhan Dasar) Bersifat fisiologis biogenis yaitu makanan, minuman, air, udara, pakaian, perumahan, seks sifat sifat ini bisa juga disebut kebutuhan primer/motif primer
dan yang ke dua adalah Acquired Need (Kebutuhan Perolehan) Bersifat psikologis psikogenis yaitu memperoleh penghargaan diri, martabat, kasih sayang, kekuasan, pengetahuan dan lain - lain dapat disebut kebutuhan sekunder/motif sekunder

Semua prilaku individu yang didorong motivasi-motivasi tersebut, dilakukan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Hasil yang diinginkan inilah yang disebut sebagai sasaran.

Pemilihan sasaran , bagi setiap individu berbeda satu sama lain, tergantung beberapa hal yakni,
  • Pengalaman pribadi
  • Kemampuan fisik
  • Norma dan nilai yang berlaku
  • Kemudahan mencapai sasaran

Dan dalam prakteknya, terdapat keterkaitan antara kebutuhan dan sasaran tersebut. Walaupun pada kenyataannya pula, kesadaran orang akan “sasaran” cenderung kurang, sebanding dengan kesadarannya akan “kebutuhan”. Orang cenderung lebih menyadari kebutuhan dasarnya/fisiologis ketimbang kebutuhan perolehan/psikologis.


Sebagai contoh, seorang politisi mungkin tidak menyadari betapa tingginya kebutuhannnya akan “kekuasan”, tapi ia secara rutin aktiv dalam pemilihan jabatan tertentu dalam pemerintahan.

Catatan : tulisan ini di ambil dari Consumer Behaviour



Selengkapnya...